Aug 15, 2020 Ide Bisnis Barang

Wabah Corona, Bisnis Properti Dan Sewa Rumah Andalkan Kunjungan Virtual

Jadi, setiap pembelian properti maka masyarakat sama dengan telah menyumbangkan sekian persen uangnya untuk pembuatan APD tenaga medis. Dengan cara ini, prospek bisnis ini akan tergambar nyata kontribusinya bagi sesama. Masyarakat harusnya jeli karena pada saat setelah adanya virus Corona, banyak perusahaan properti yang menawarkan harga di bawah pasaran untuk huniannya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selama pandemi terjadi penyesuaian batasan rasio Loan to Value /Financing to Value untuk kredit properti atau pembiayaan properti hingga one hundred pc. “Selain itu, dari Rapat Kerja Nasional ini, saya harapkan lahir ide-ide segar dan usulan yang dapat disampaikan kepada pemerintah untuk pengembangan sektor properti di Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. Mereka ini sangat tergantung dengan pendapatan harian atau setidaknya upah harian atau mingguan.

Cari sumber-sumber penghasilan sekecil apapun dengan cara yang extraordinary,” ungkapnya. “ Buat suatu properti yang targetnya untuk kaum milenial agar banyak pembeli yang berinvestasi,” kata dia. ASEAN Development Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 5 persen di tahun 2021. Prediksi ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mulai menguat di kuartal ke-II dan III tahun 2020. “Jangan sampai pemberian vaksin ini membuat masyarakat lengah sehingga efektivitas vaksin tidak dapat mengejar optimisme yang berlebihan dari masyarakat sehingga melepaskan protokol kesehatan,” tuturnya. Ali mengatakan, vaksin COVID-19 menjadi harapan saat ini untuk dapat memberikan optimisme membaiknya pasar perumahan.

“Buyer” di segment menengah bawah, yang didominasi oleh “end user” dan bukan investor, juga bisa menjadi harapan bagi “suplier” untuk segera pulihnya kondisi sektor properti setelah berakhirnya pandemik virus corona. “Buyer” di phase ini terbantu dengan adanya beberapa kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut antara lain berupa stimulus dari pemerintah untuk menambah kuota rumah subsidi. Subsidi ini akan direalisasikan pada April 2020 dengan mengaktifkan kembali program Subsidi Selisih Bunga dan Subsidi Bantuan Uang Muka untuk KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah, setelah sebelumnya ada subsidi FLPP . Pemerintah telah menyiapkan gelontoran dana subsidi sebesar Rp1,5 triliun untuk mempermudah masyarakat di phase ini membeli rumah.

Untuk menyiasati hal tersebut, perusahaan properti secara international melakukan inovasi untuk menjamin keberlangsungan usaha di tengah situasi ini. Artinya, para pengembang harus benar-benar melakukan riset pasar sebelum meluncurkan proyek. Banyaknya proyek tanpa arahan pasar membuat bisnis properti menjadi tidak beraturan dan saling berbenturan. Modal besar tanpa perhitungan pasar pun akan menjadikan proyeknya menara gading tanpa penghuni. Beberapa proyek dalam kondisi ini kemungkinan akan tenggelam tergerus seleksi alam akibat mengabaikan pasar. Menurut Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch , dalam kondisi saat ini, semua pelaku bisnis properti dihadapkan pada sebuah tantangan untuk dapat beradaptasi mengikuti kondisi dunia yang berubah sangat cepat.

Jadi kalau jangka pendek money out tidak bisa di-cut, maka akan banyak perusahaan yang kolaps,” kata dia. “Kami tentu berharap pihak perbankan juga ikut mendukung kebijakan pemerintah dengan melaksanakan ketentuan tersebut. Sebaliknya, DPP REI juga meminta kepada segenap anggota REI di seluruh daerah di Indonesia agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya,” imbau Totok.

Diakuinya, selama ini sekaligus menjadi salah satu kiat atau strategi untuk bisa eksis dengan penjualan properti yang stabil dari 2014 hingga saat ini, adalah memiliki tim marketing yang kuat. Paparnya, tim advertising ini dibekali suatu standar dalam pemasaran sehingga mereka yang dominan menggunakan pemasaran melalui online sudah tahu cara untuk memasarkan yang benar dan efektif. Itu terbukti, dari 2014 sampai saat ini sudah memasarkan ratusan unit properti di sejumlah lokasi di Bali dan selama periode tersebut selalu sold out, bahkan habis terjual dalam jangka waktu dua bulan di satu titik lokasi. Pelaku bisnis properti dipaksa beradaptasi di period new normal, mengikuti kondisi dunia yang berubah sangat cepat, saat pandemi maupun pasca-pandemi Covid-19.

Bisnis properti saat corona

Berdasarkan notasi khusus Bursa Efek Indonesia per 7 September 2020, PT Ayana Land International, misalnya, tercatat tidak memiliki pendapatan usaha dalam laporan keuangannya. Para pengembang mesti menata kembali proyek-proyek yang cocok dengan kondisi pasar untuk lari di tahun depan. Ada sejumlah faktor pemicu, sejumlah developer masih mencatat kinerja yang positif. Bahkan, melihat dampak positif dari penerapan stimulus fiskal tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjangnya hingga akhir tahun ini. Sayangnya, sekarang Covid-19 kembali menyerbu sehingga kondisi perekonomian dan bisnis secara umum termasuk properti tertekan. Sebenarnya, menurut catatan Bisnis, bisnis properti tahun ini mulai meningkat seiring dengan pemberian stimulus oleh pemerintah terutama yang berkaitan dengan Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah yang diberlakukan sejak awal Maret lalu.

“Karena meningkatnya jumlah orang yang bekerja dari rumah, kami melihat ada peningkatan aktivitas berselancar di dunia maya, termasuk pada portal kamiLamudi.co.iddan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Ini memberikan peluang bagi pelaku bisnis properti untuk menjangkau orang-orang ini menggunakan pemasaran digital,“ kata Mart. (Jakarta – Starhome Indonesia) Menjadi pelaku penjual properti yang sukses tentunya membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap Kong4D berbagai kondisi yang terjadi di lapangan – adaptabilitas. Tidak dapat di pungkiri, pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan aktivitas di seluruh sektor perekonomian tidak terkecuali industri properti. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha properti harus memutar otak menyusun strategi yang dibutuhkan untuk tetap dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan properti. Memastikan keamanan konsumen jadi hal penting untuk memasarkan produk di tengah pandemi saat ini.

“Karena itu developer memberikan banyak keringanan dan promo-promo di saat ini. Ini saat yang tepat untuk investasi karena bisa membeli properti semurah mungkin dengan prospek menguntungkan,” katanya. Pengusaha properti Marcellus Chandra mengatakan bahwa tahun 2021 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan investasi properti.